
Ilmu pengetahuan adalah
suatu perkembangan yang secara bertahap dapat merubah susunan pola kehidupan
manusia ke arah yang lebih konkret dan berguna bagi proses hidup. Sejak
masa Yunani Kuno , Abad Tengah, hingga Abad Modern saat ini ilmu pengetahuan
selalu berkembang. Pada zaman yang sangat penuh oleh persaingan
teknologi saat ini, seolah- olah nilai yang terkandung dalam pancasila
terlupakan oleh rakyat Indonesia.
Pancasila merupakan suatu
kesatuan dan kebulatan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Dalam satu
sila terdapat makna yang sangat berkaitan dengan 4 sila lainnya dan setiap kedudukannya
diatur sehingga tidak dapat dipindah-pindahkan. Hal ini sesuai dengan susunan sila
yang bersifat sistematis-hierarkis, yang berarti bahwa kelima sila pancasila
itu menunjukkan suatu rangkaian urutan-urutan yang bertingkat-tingkat, dimana
tiap-tiap sila mempunyai tempatnya sendiri di dalam rangkaian susunan kesatuan
itu sehingga tidak dapat dipindahkan.
Bagi bangsa Indonesia hakikat
yang sesungguhnya dari pancasila adalah sebagai pandangan hidup bangsa dan
sebagai dasar negara. Kedua pengertian tersebut sudah selayaknya kita pahami
akan hakikatnya. Selain dari pengertian tersebut, pancasila memiliki beberapa
sebutan berbeda, seperti : Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu.
Walaupun begitu, banyaknya
sebutan untuk Pancasila bukanlah merupakan suatu kesalahan atau pelanggaran
melainkan dapat dijadikan sebagai suatu kekayaan akan makna dari Pancasila bagi
bangsa Indonesia. Karena hal yang terpenting adalah perbedaan penyebutan itu
tidak mengaburkan hakikat pancasila yang sesungguhnya yaitu sebagai dasar
negara. Tetapi pengertian pancasila tidak dapat ditafsirkan oleh sembarang
orang karena akan dapat mengaturkan maknanya dan pada akhirnya merongrong dasar
negara, seperti yang pernah terjadi di masa lalu.
Untuk itu, kita sebagai
generasi penerus, sudah merupakan kewajiban bersama untuk senantiasa menjaga
kelestarian nilai nilai pancasila sehingga apa yang terjadi di masa lalu tidak
akan teredam di masa yang akan datang.
Pancasila
sebagai dasar Perkembangan IPTEK
Pancasila mengandung hal-hal yang
penting dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK dewasa ini
dan di masa yang akan datang sangat cepat, makin menyentuh inti hayati dan
materi di satu pihak, serta menggapai angkasa luas dan luar angkasa di lain
pihak, lagi pula memasuki dan mempengaruhi makin dalam segala aspek kehidupan
dan institusi budaya. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi yang tidak
dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru akan menjadi aspek
penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas.
Perubahan dan perkembangan tekhnologi
yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh
penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita. Segala kemudahan dalam berinteraksi
juga semakin tidak dapat dibendung lagi. Hal tersebut didukung dengan adanya
perkembangan gadget yang menyediakan layanan-layanan dan berbagai fasilitas
canggih untuk berkomunikasi. Sesungguhanya semua kemajuan ini sangat membantu
dan meringankan kita dalam melakukan aktivitas. Pekerjaan akan semakin cepat
terselesaikan dan menghemat waktu serta tenaga. Kini tiada lagi jarak yang
berarti dalam bertukar informasi. Kehidupan di dalam masyarakat semakin nyaman
dan menyenakan. Masyarakat madani pun akan semakin mudah tercapai, walaupun di
sisi lain hal ini merupakan suatu tantangan bagi bangsa kita untuk dapat
mengikuti perkembangan dan kemajuan tekhnologi. Sebab tak kan tercipta
masyarakat madani apabila perkembangan dan kemajuan tekhnologi kita masih
terbelakang dan hanya bertumpu kepada bangsa asing. Masyarakat akan selalu tergantung
kepada pihak lain dan bertolak dari kemandirian serta cenderung akan mendekati
masyarakat yang konsumtif.
Bagi kehidupan, baik dalam segi sosial,
politik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan tekhnilogi serta budaya. Pembanguan demi
pembanguan sarana dan prasarana selalu digalakan baik oleh pemerintah pusat
maupun pemerintah daerah, dengan harapan agar bangsa kita tidak tertinggal
dengan bangsa-bangsa lain. Walaupun semua itu dengan pengorbanan yang sangat
besar. Negara harus berhutang kepada negara donatur untuk setiap pembanguan dan
kemajuan IPTEK bangsa. Hasilnya dapat kita nikmati sekarang. Bangsa Indonesia
tidak kalah majunya dengan negara-negara tetangga. Berbagai fasilitas publik
telah tersedia demi meunjang jalan perekonomian bangsa. Barang-barang canggih
banyak didatangkan dari luar negeri. Mulai dari perabotan rumah tangga sampai
kendaraan bermotor. Namun, seiring dengan kemajuan pendidikan di Indonesia.
Sekarang sebagian masyarakat Indonesia sudah dapat merakitnya sendiri, walaupun
masih mengimpor bahan dasarnya. Ini, setidaknya Indonesia terus mengikuti
perkembangan dan kemajuan tekhnologi. Sehingga tidak heran jika mulai terdapat
berbagai barang elektronik buatan anak bangsa. Memang terasa sangat
membanggakan mendengarnya. Namun, tanpa kita sadari dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan tekhnologi yang begitu santernya kita mulai melupakan akan apa
tujuan dari yang kita lakukan ini. Padahal hal ini tercantum jelas dalam
landasan ideologi bangsa kita (Pancasila) bahwa mengembangkan iptek haruslah
secara beradab. Tercantum dalam sila kedua yang berbunyi ”Kemanusiaan yang adil
dan beradab”. Perkembangan dan kemajuan IPTEK seharusnya diwujudkan untuk
keadilan dan kehidupan yang beradab serta bermoral. Dengan segala fasilitas dan
kemudahan yang ada seharusnya menyokong kita untuk meningkatkan harkat dan
martabat bangsa kita, bukannya sebagai alat menindas atau berbuat kejahatan
serta kecurangan bagi mereka yang memegang penguasaan akan IPTEK.
Dalam mempertimbangkan sebuah
strategi secara imperatif kita meletakkan Pancasila sebagai dasar nilai
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pengertian dasar
nilai menggambarkan Pancasila suatu sumber orientasi dan arah pengembangan
ilmu. Dalam konteks Pancasila sebagai dasar nilai mengandung dimensi ontologis,
epistemologis dan aksiologis. Dimensi ontologis berarti ilmu pengetahuan
sebagai upaya manusia untuk mencari kebenaran yang tidak mengenal titik henti,
atau ”an unfinished journey”. Ilmu tampil dalam fenomenanya sebagai
masyarakat, proses dan produk. Dimensi epistemologis, nilai-nilai Pancasila
dijadikan pisau analisis/metode berfikir dan tolok ukur kebenaran. Dimensi
aksiologis, mengandung nilai-nilai imperatif dalam mengembangkan ilmu adalah
sila-sila Pancasila sebagai satu keutuhan. Untuk itu ilmuwan dituntut memahami
Pancasila secara utuh, mendasar, dan kritis, maka diperlukan suatu situasi
kondusif baik struktural maupun kultural.
Pancasila
sebagai dasar strategi penrkembangan IPTEK
Peran nilai-nilai dalam setiap sila dalam
Pancasila adalah sebagai berikut.
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa:
melengkapi ilmu pengetahuan menciptakan perimbangan antara yang rasional dan
irasional, antara rasa dan akal. Sila ini menempatkan manusia dalam alam
sebagai bagiannya dan bukan pusatnya.
2. Sila Kemanusiaan yang adil dan
beradab: memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan
pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok,
lapisan tertentu.
3. Sila Persatuan Indonesia:
mengkomplementasikan universalisme dalam sila-sila yang lain, sehingga supra
sistem tidak mengabaikan sistem dan sub-sistem. Solidaritas dalam sub-sistem
sangat penting untuk kelangsungan keseluruhan individualitas, tetapi tidak
mengganggu integrasi.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, mengimbangi
otodinamika ilmu pengetahuan dan teknologi berevolusi sendiri dengan leluasa.
Eksperimentasi penerapan dan penyebaran ilmu pengetahuan harus demokratis dapat
dimusyawarahkan secara perwakilan, sejak dari kebijakan, penelitian sampai
penerapan massal.
5. Sila keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia, menekankan ketiga keadilan Aristoteles: keadilan
distributif, keadilan kontributif, dan keadilan komutatif. Keadilan sosial juga
menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, karena
kepentingan individu tidak boleh terinjak oleh kepentingan semu. Individualitas
merupakan landasan yang memungkinkan timbulnya kreativitas dan inovasi.
Pengembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi harus senantiasa berorientasi pada nilai-nilai Pancasila.
Sebaliknya Pancasila dituntut terbuka dari kritik, bahkan ia merupakan kesatuan
dari perkembangan ilmu yang menjadi tuntutan peradaban manusia. Peran Pancasila
sebagai paradigma pengembangan ilmu harus sampai pada penyadaran, bahwa
fanatisme kaidah kenetralan keilmuan atau kemandirian ilmu hanyalah akan
menjebak diri seseorang pada masalah-masalah yang tidak dapat diatasi dengan
semata-mata berpegang pada kaidah ilmu sendiri, khususnya mencakup pertimbangan
etis, religius, dan nilai budaya yang bersifat mutlak bagi kehidupan manusia
yang berbudaya.
Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu
pengetahuan dan tekonologi:
1. pengembangan iptek diarahkan
untuk mencapai kebahagian lahir batin, memenuhi kebutuhan material dan
spiritual
2. pengembangan iptek
mempertimbangkan aspek estetik dan moral
3. pengembangan iptek pada
hakekatnya tidak boleh bebas nilai tetapi terikat pada nilai-nilai yang berlaku
di masyarakat
4. pembangunan iptek
mempertimbangkan akal, rasa dan kehendak
5. pembangunan iptek bukan untuk
kesombongan melainkan untuk peningkatan kualitas manusia, peningkatan harkat
dan martabat manusia
Di Era
Globalisasi ini segala upaya dilakukan demi kemajuan taraf hidup dan martabat
manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Berbagai buah pikiran
manusia telah terlahir menandakan dunia Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi terus
berkembang. Bangsa Indonesia yang merupakan bangsa berkembang, selalu berusaha
mengejar segala kemajuan dan perkembangan IPTEK. Disadari atau tidak gejala
globaisasi sudah terjangkit di negeri ini. Ketergantungan masyarakat terhadap
hasil karya perkembangan IPTEK semakin melekat. Pemerintah sebagai pihak
pemegang amanat mau tidak mau harus mengikuti irama kehidupan bangsa ini.
Layaknya sang eksekutif mereka memiliki kewajiban atas nasib bangsa ini. Maka
dari itu sudah sepatutnya mereka menanamkan dasar-dasar nilai Pancasila dalam
perkembangan IPTEK di bumi pertiwi ini. Pantaslah Pancasila dijadikan pijakan
dalam melangkah sebab telah diakui bahwa Pancasila merupakan ideologi bangsa
Indonesia yang tak lekang oleh waktu. Sila-sila pancasila harus menjadi sumber
nilai, kerangka pikir serta basis moralitas bagi pengembangan IPTEK. Sehingga
ke depannya segala perkembangan dan kemajuan IPTEK yang telah dicapai tidak
salah arah dan tepat pada tujuan, yaitu menciptakan masyarakat yang adil,
makmur dan sejahtera dengan kunci dasar persatuan rakyat Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar