Pada
hari Senin, 9 Oktober 2017,masuk kelas
MKU pancasila dengan dosen saya , Pak Abdul . Pada awalnya Pak abdul membahas
tentang “Tujuan Hidup” . pak Abdul bertanya kepada beberapa siswa tentang
tujuan ia setelah menyelesaikan perkuliahan. Namun masih banyak yang belum tau
tujuannya setelah menyelesaikan perkuliahan atau palingtidak hanya ingin
mempunyai pekerjaan.
Dengan
pembahasan topik awal “Tujuan Hidup” tersebut, mampu membuka pikiran saya bahwa
tujuan hidup bukan sekedar sukses dan kaya , namun harus juga bermanfaat bagi
orang lain dan makhluk hidup yang ada disekitar kita. Jika kita hanya sukses
dan kaya namun tidak peduli dengan sekitar kita, maka kekayaan yang kita miliki
tidaklah berguna. Itu merupakan salah satu pesan yang saya dapat saat mengikuti
MKU pancasila
Setelah
membuka pikiran saya dan mahasiwa lainnya, barulah Pak Abdul masuk dengan
pembahasan Sejarah pancasila. kita sudah sering mendengar kata sejarah dan
mempelajarinya, namun mengapa materi
sejarah ini selalu dibahas berulang-ulang kali? Penting tidak sih kita
mempelajari sejarah? Jawabannya adalah ya , penting. Pelajaran
sejarah adalah untuk mengambil hikmah
dari kejadian masa lalu , apa yang belum tercapai dari keiinginan kita di masa
lampau, sehingga kita dapat merencanakan sesuatu untuk dapat mewujudkan
keiinginan kita yang belum tercapai. Belajar tentang sejarah bukanlah hanya
mengetahui kronologis bagaimana kejadian tersebut terjadi. Yang paling penting
adalah ada sesuatu yang penting dari pelajaran itu. Dengan belajar sejarah
tersebut, kita tidak mengulangi kesalahan yang sama minimalnya serta dapat
mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya dari kondisi itu.
Untuk
sejarah pancasila,penting untuk kita pelajari. Bukan hanya membuat kita dapat
mengetahui kronologisnya saja, namun dapat mengetahui tempat persoalan yang
sebenarnya dari kondisi pada waktu itu, dan dapat mengidentifikasi tujuan apa
saja yang belum tercapai pada saat itu.
Perumusan
Pancasila diawali dengan dibentuknya
Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI ) pada tanggal 29
Mei 1945 yang beranggotakan 62 anggota BPUPKI , yang diangkat
pada tanggal 28 Mei 1945 yang diketuai oleh Dr. Radjiman Widyoningrat dan Wakilnya
R. Panji Soeroso dan .
Pancasila merupakan dasar dari negara indonesia yang merupakan filosofi,
terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa
Sansekerta, panca berarti lima, dan sila berarti prinsip atau
dasar. Ada 3 tokoh
yang mengusulkan Dasar Negara Indonesia , yaitu :
1) Mr. Mohammad Yamin
Mr. Mohammad Yamin menyatakan pemikirannya tentang dasar negara Indonesia
merdeka dihadapan sidang BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945. Pemikirannya diberi
judul ”Asas dan Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia”. Mr.
Mohammad Yamin mengusulkan dasar negara Indonesia merdeka yang intinya sebagai
berikut:
a) Peri Kebangsaan;
b) Peri Kemanusiaan;
c) Peri Ketuhanan;
d) Peri Kerakyatan;
e) Kesejahteraan Rakyat.
2) Mr. Supomo
Mr. Supomo mendapat giliran mengemukakan pemikirannya di hadapan sidang
BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945. Pemikirannya berupa penjelasan tentang
masalah-masalah yang berhubungan dengan dasar negara Indonesia merdeka. Negara
yang akan dibentuk hendaklah negara integralistik yang berdasarkan pada hal-hal
berikut ini:
a) Persatuan;
b) Kekeluargaan;
c) Keseimbangan Lahir dan Batin;
d) Musyawarah;
e) Keadilan sosial.
3) Ir. Sukarno
Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Sukarno mendapat kesempatan
untuk mengemukakan dasar negara Indonesia merdeka. Pemikirannya terdiri
atas lima asas berikut ini:
a) Kebangsaan Indonesia;
b) Internasionalisme atau Perikemanusiaan;
c) Mufakat atau Demokrasi;
d) Kesejahteraan Sosial;
e) Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kelima asas tersebut diberinya nama Pancasila sesuai saran teman yang ahli
bahasa. Untuk selanjutnya, tanggal 1 Juni kita peringati sebagai hari
Lahir Istilah Pancasila.
Dari pernyataan 3 tokoh
tersebut dapat kita simpulkan , bahwa perumusan pancasila didasarkan dari
kebiasaan dan kultur budaya Indonesia dengan melihat keadaan Masyarakat
indonesia sendiri . Maka dari itu pancasila adalah ideologi dan dasar negara
yang paling terbaik utnuk Indonesia. Karena di rumuskan dan disusun sesuai
dengan kebiasaan dan kultur budaya Indonesia itu sendiri. Dibentuk sesai
keinginan bangsa Indonesia tanpa paksaan dari pihak manapun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar